Supervisor Jaminan Mutu Pangan

Rabu, 08 Oktober 2014

Posted by Unknown |

fd00963_Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Karena itu, perlakuan bahan makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin. Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Secara umum, tulis William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, dalam The Family Nutrition Book, semakin sedikit pemrosesan, makin baik.
Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan.
fd00997_Ada sejumlah pertukaran zat gizi saat Anda memilih sayuran yang dikemas dan diproses. Contohnya, sayuran kalengan dan beku mengandung lebih banyak sodium. Satu porsi brokoli beku bisa mengandung lebih banyak betakaroten karena batangnya sudah dibuang, hanya menyisakan kuntumnya saja. Namun, brokoli ini hanya mengandung sedikit kalsium dan lebih banyak sodium. Jadi sesering mungkin, hidangkan sayuran segar bagi keluarga, sehingga mereka terbiasa terhadap rasa yang lebih bervariasi dan lebih kuat.
Mengukus sayuran melindungi lebih banyak zat gizi dan rasa sayuran segar daripada direbus yang melarutkan beberapa zat gizi ke dalam air. Memasak menggunakan microwave juga melindungi zat gizi pada sayuran.
Hindari memotong sayuran terlalu lama sebelum dimasak. Jarak yang terlalu lama antara saat memotong sayuran atau buah dengan memasak bisa menimbulkan kerusakan. Alasannya, potongan sayur maupun buah dapat terpapar papas, cahaya, dan oksigen, si perusak zat gizi. Lebih baik potong sayuran atau buah saat akan dimasak atau dimakan.
Menurut Melinda Hemmelgarn, MS, RD, ahli ilmu gizi lanjutan seperti dikutip University of Missouri Extension, panas, cahaya, dan oksigen merupakan tiga perusak alami vitamin pada buah dan sayuran. Walau demikian, memasak (dengan proses yang minimal) dan metode penyimpanan dapat mempertahankan zat gizi.
Untuk itu, Good Health & Medicine membagi tip bagi Anda untuk mendapat manfaat yang optimal dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi.
Menyimpan Makanan
Konsumsi buah paling baik adalah saat sudah matang. Buah yang terlalu matang mengandung lebih banyak gula, sehingga kadar indeks glikemiknya (IG) lebih tinggi. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat karbohidrat dicerna, masuk kedalam aliran darah, dan meningkatkan kadar gula darah.
Makanan dengan IG rendah masuk ke aliran darah secara perlahan dan tidak terlalu cepat memicu respon insulin, sehingga membuat kadar gula darah lebih stabil.
Ahli gizi, Judith Wills, penulis buku The Food Bible, menyarankan untuk menyimpan buah, sayuran, dan salad dalam kondisi dingin dan gelap seperti dalam lemari es atau pantry.”Cahaya dan panas akan merusak vitamin B dan C. Menyimpan buah dalam mangkuk besar di atas meja sangat tidak disarankan,” ujar Wills.
Dibekukan
Berlawanan dengan keyakinan pada umumnya, buah dan sayuran beku kerap mengandung lebih banyak zat gizi daripada yang segar. Hal ini karena pangan tersebut dibekukan segera setelah dipanen.
Asosiasi konsumen di Inggris menguji sejumlah buah dan sayuran yang telah disiapkan seperti kol brussel dan melon potongan dengan menggunakan kadar vitamin C sebagai indikasi seberapa segar dan bergizinya makanan itu.
Mereka menjumpai, beberapa di antaranya memiliki kurang dari setengah jumlah vitamin C yang dikandung saat baru dipanen.
Direbus dan Dikukus
Selain membuat makanan terasa lebih enak, memasak akan melemahkan struktur tumbuhan, membuat zat gizi sayuran labih mudah diserap tubuh manusia. Sayang, beberapa metode pemasakan dapat secara negatif memengaruhi nilai nutrusi itu.
Merebus sayuran dapat menghiiangkan vitamin C dan beberapa vitamin B yang memang bersifat larut air. Merebus dalam waktu lama juga dapat memengaruhi indeks glikemik makanan.
Menurut ahli diet, Nigel Denby,  “IG dipengaruhi oleh zat pati seperti amilosa dalam nasi. Zat pati akan dipecah bila dimasak terlalu lama, membuatnya lebih mudah dicerna dan gula dapat dilepaskan dengan cepat ke aliran darah.” Mengukus mempertahankan zat gizi hingga sekitar 82 persennya.
Digoreng
Tak dipungkiri, menggoreng akan menambah kalori pada makanan. Meski begitu, menggunakan minyak dalam jumlah moderat bisa menjadi cara menyehatkan. Selain cepat matang juga meminimalkan kerusakan akibat panas. “Menggoreng akan menahan vitamin B dan vitamin C yang larut air,” ujar Wills.
 Sayuran yang tinggi karotenoid (kelompok antioksidan) lebih baik dimasak atau dimakan dengan sedikit minyak. sementara wortel atau tomat baik bila ditumis.
Dipanggang atau Dibakar
Metode ini merupakan alternatif yang lebih sehat ketimbang menggoreng. Menggunakan alas memasak dengan rak secara khusus akan efektif terutama untuk daging olahan.
Wills setuju bahwa metode ini merupakan pilihan paling menyehatkan, tetapi perlu ditekankan bahwa membakar makanan terlalu lama hingga menimbulkan warna kehitaman bisa menghasilkan bahan kimia pencetus kanker.
Menggunakan Microwave
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memasak menggunakan microwave merupakan cara paling efektif untuk mempertahankan vitamin larut air seperti vitamin C karena paparan panas berkurang dan sedikit air digunakan.
Sayang, hal ini dapat merusak antioksidan larut lemak. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of The Science of Food and Agriculture mengungkapkan, brokoli yang dimasak dengan microwave kehilangan antioksidan hingga 97 persen.
Ditumbuk
Kentang tumbuk atau pure tidak hanya menambah kalori bila ditambah susu dan mentega, juga meningkatkan indeks glikemik.
Makanan yang dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, juga dicerna lebih cepat. Bila sulit menghindarinya, coba mencampurnya dengan jeruk.
Dipanaskan Kembali
Saat Anda memanaskan masakan untuk kedua kalinya, tak terelakkan lagi, akan lebih banyak zat gizi yang rusak. Bila makanan perlu disimpan, Wills menekankan harus didinginkan dulu dan segera disimpan di lemari es atau freezer. “Tutup dan simpan di tempat yang dingin. Vitamin B dan C akan berkurang jika makanan dibiarkan hangat terlalu lama atau terlalu panas,” ungkap Wills.
Konsumsi Mentah
Ahli gizi Patrick Holford meyakini konsumsi makanan mentah seperti wortel atau bit akan memaksimalkan kandungan gizinya karena antioksidan sensitif terhadap panas dan air. Namun, ada efek sebaliknya dari mengonsumsi makanan mentah. “Bisa sulit dicerna karena serat perlu dipanaskan supaya lunak. Proses memasak juga membuat beberapa zat gizi lebih mudah tersedia seperti likopen pada tomat,” ujarnya. Buah paling baik dikonsumsi mentah atau segera dimakan setelah dipotong.
 Selamatkan Air Rebusannya
Beberapa saran untuk mempertahankan nutrisi dalam makanan yang dimasak seperti dikutip dari situs Better Health Channel ini.
  • Simpan makanan secara tepat seperti menjaga makanan dingin tetap dingin dan menutup beberapa jenis makanan dalam tempat kedap udara.
  • Cuci atau gosok sayuran, bukan mengupasnya.
  • Gunakan daun sayuran paling luar lebih dulu, misalnya kubis atau daun selada, kecuali daun sudah layu atau sudah tidak enak.
  •  Masak sayuran dengan mikrowave, mengukus, membakar, atau memanggang ketimbang merebusnya.
  •  Bila Anda merebus sayuran, selamatkan air yang mengandung zat gizi untuk membuat sup.
  •  Gunakan bahan-bahan segar bila memungkinkan.
  •  Masak makanan dengan cepat. 
Pastikan…
  • Tidak merendam sayuran mentah dalam air. Tindakan ini dapat menyebabkan vitamin yang larut air akan hilang.
  • Tidak membiarkan buah menjadi terlalu matang. Buah yang terlalu matang atau ranum akan meningkatkan indeks glikemik secara drastis.
  • Tidak meninggalkan makanan yang telah dimasak semalaman dan kemudian memanaskannya.
  • Tidak memasak makanan yang mengandung zat pati seperti kentang terlalu matang. Hal ini dapat meningkatkan kadar indeks glikemik.
  • Tidak memotong sayuran dalam ukuran kecil. Permukaan potongan sayur atau buah bisa terpapar papas, cahaya, dan oksigen yang bisa merusak zat gizi.
  • Selalu menggunakan pisau tajam. Menggunakan pisau tumpul saat memotong sayuran segar dapat menyebabkan kerusakan sel yang akhirnya menimbulkan kehilangan vitamin C.
Hanya Memperpanjang Kualitas
Lemari pendingin menjadi tempat baik untuk menyimpan makanan. Apa Anda tahu makanan apa saja yang sebaiknya tidak dimasukkan ke lemari pendingin atau kulkas? Kapan Anda mesti memasukkan makanan ke dalam kulkas? Dan berapa lama makanan tetap aman dan segar dalam kulkas?
  • Kulkas sebaiknya dipasang pada suhu 4 derajat Celsius atau kurang. Suhu ini cukup membantu memperlambat proses enzimatik dan pertumbuhan bakteri, tetapi tidak terlalu dingin untuk memengaruhi kualitas makanan dengan adanya kristal es yang terbentuk. Ada baiknya memasang termometer kulkas guna memastikan suhu yang cukup rendah bagi keamanan pangan.
  • Selalu tutup makanan dalam lemari es. Udara di dalam kulkas sangat kering, sehingga makanan akan mudah kering, kehilangan kualitas, dan menjadi tidak menarik dalam waktu singkat. Menutup makanan juga mencegah makanan lunak seperti produk susu menyerap bau dari makanan lain, seperti kubis.
  • Suhu dingin kulkas memperlambat proses enzim dalam makanan dan juga reproduksi bakteri. Hal ini  memperpanjang kualitas, rasa, dan tekstur makanan, serta menjaga makanan aman lebih lama. Patut diperhatikan bahwa kulkas tidak membunuh bakteri dan tak dapat memperbaiki kualitas makanan.
  • Jangan mengisi kulkas terlalu penuh. Pastikan selalu ada ruang yang cukup antara makanan yang bisa membuat udara bebas bersirkulasi di antaranya. Dengan begitu, suhu akan lebih merata.
  • Gunakan termometer kulkas untuk mengecek suhu kesegaran dan rak-rak. Bagian paling dingin dalam kulkas bukan tempat untuk menyimpan makanan yang rentan seperti daun selada dan buah lembut misalnya pepaya.
  • Makanan yang perlu didinginkan sebaiknya dimasukkan ke kulkas setidaknya dalam waktu 2 jam setelah dimakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  •  Bersihkan kulkas setiap tiga minggu sekali. Buang sayur, buah, dan makanan yang sudah tidak dapat dikonsumsi 
     
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf

Menjaga Vitamin dan Mineral dalam Sayuran Saat Memasak

Banyak orang yang tidak suka makan sayuran padahal sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan tubuh. Terdapat 13 jenis vitamin yang penting yang dibutuhkan manusia yang penting bagi kesehatan, di antaranya adalah vitamin A, C, D, E, K, dan B. Walaupun penting bagi tubuh, tubuh manusia hanya dapat memproduksi vitamin D dan K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karenanya, manusia membutuhkan asupan makanan yang mengandung vitamin tersebut. Jika kita kekurangan vitamin, maka kita dapat menderita berbagai penyakit seperti xeropthalmia (mata keringa) akibat kekurangan vitamin A, anemia, gusi berdarah, dll. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat pada sayuran, oleh karenanya kita harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi sayuran setiap harinya.
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf

Menjaga Vitamin dan Mineral dalam Sayuran Saat Memasak

Banyak orang yang tidak suka makan sayuran padahal sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan tubuh. Terdapat 13 jenis vitamin yang penting yang dibutuhkan manusia yang penting bagi kesehatan, di antaranya adalah vitamin A, C, D, E, K, dan B. Walaupun penting bagi tubuh, tubuh manusia hanya dapat memproduksi vitamin D dan K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karenanya, manusia membutuhkan asupan makanan yang mengandung vitamin tersebut. Jika kita kekurangan vitamin, maka kita dapat menderita berbagai penyakit seperti xeropthalmia (mata keringa) akibat kekurangan vitamin A, anemia, gusi berdarah, dll. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat pada sayuran, oleh karenanya kita harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi sayuran setiap harinya.
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf

Menjaga Vitamin dan Mineral dalam Sayuran Saat Memasak

Banyak orang yang tidak suka makan sayuran padahal sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan tubuh. Terdapat 13 jenis vitamin yang penting yang dibutuhkan manusia yang penting bagi kesehatan, di antaranya adalah vitamin A, C, D, E, K, dan B. Walaupun penting bagi tubuh, tubuh manusia hanya dapat memproduksi vitamin D dan K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karenanya, manusia membutuhkan asupan makanan yang mengandung vitamin tersebut. Jika kita kekurangan vitamin, maka kita dapat menderita berbagai penyakit seperti xeropthalmia (mata keringa) akibat kekurangan vitamin A, anemia, gusi berdarah, dll. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat pada sayuran, oleh karenanya kita harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi sayuran setiap harinya.
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf

Menjaga Vitamin dan Mineral dalam Sayuran Saat Memasak

Banyak orang yang tidak suka makan sayuran padahal sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan tubuh. Terdapat 13 jenis vitamin yang penting yang dibutuhkan manusia yang penting bagi kesehatan, di antaranya adalah vitamin A, C, D, E, K, dan B. Walaupun penting bagi tubuh, tubuh manusia hanya dapat memproduksi vitamin D dan K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karenanya, manusia membutuhkan asupan makanan yang mengandung vitamin tersebut. Jika kita kekurangan vitamin, maka kita dapat menderita berbagai penyakit seperti xeropthalmia (mata keringa) akibat kekurangan vitamin A, anemia, gusi berdarah, dll. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat pada sayuran, oleh karenanya kita harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi sayuran setiap harinya.
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf

Menjaga Vitamin dan Mineral dalam Sayuran Saat Memasak

Banyak orang yang tidak suka makan sayuran padahal sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan tubuh. Terdapat 13 jenis vitamin yang penting yang dibutuhkan manusia yang penting bagi kesehatan, di antaranya adalah vitamin A, C, D, E, K, dan B. Walaupun penting bagi tubuh, tubuh manusia hanya dapat memproduksi vitamin D dan K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karenanya, manusia membutuhkan asupan makanan yang mengandung vitamin tersebut. Jika kita kekurangan vitamin, maka kita dapat menderita berbagai penyakit seperti xeropthalmia (mata keringa) akibat kekurangan vitamin A, anemia, gusi berdarah, dll. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat pada sayuran, oleh karenanya kita harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi sayuran setiap harinya.
Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Manusia
 
Walaupun kita sering mengkonsumsi vitamin, namun kadang kita tidak tahu bahwa vitamin dalam sayuran dapat rusak karena cara mengolah masakan yang salah. Meski kita sudah memakan sayuran, tapi karena proses memasaknya salah, tubuh kita tetap kekurangan vitamin. Perhatikan hal-hal berikut saat memasak sayuran :
  • Jangan menyimpan sayuran terlalu lama
    Sayuran yang baik adalah sayuran yang masih segar. Sayuran yang layu banyak kehilangan vitamin yang dikandungnya. Sayuran yang telah dimasak juga jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan dalam lemari es, sayuran yang telah dimasak kehilangan seperempat vitamin C. Setelah dua hari, sayuran yang telah dimasak kehilangan 50 persen vitamin C. Kita juga harus menghindari menghangatkan sayuran berulang-ulang.
  • Vitamin mudah rusak oleh panas
    Vitamin dapat berubah strutur kimianya jika terkena panas. Panas dan oksidasi dapat menghancurkan vitamin yang terkandung dalam sayuran. Oleh karenanya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Jika sayuran dimasak dengan cara direbus, maka masukkan sayuran saat air mulai mendidih. Dengan cara ini maka vitamin dalam sayuran dapat dijaga dengan baik.
  • Vitamin dapat larut dalam air
    Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin B dan C, dapat larut dalam air. Agar tetap terjaga kandungan vitamin dalam sayuran maka saat mencuci sebaiknya kita mencuci dalam air yang mengalir dan dalam waktu yang singkat. Saat memasak, kita sebaiknya menggunakan air dalam jumlah secukupnya saja. Agar vitamin yang dikandung sayuran tidak larut dalam air, cuci bersih sayuran sebelum memotong-motongnya. Bukan setelah dipotong baru dicuci.
  • Vitamin dapat larut dalam lemak
    Beberapa vitamin dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Jika kita memasak menggunakan minyak seperti menumis, maka gunakanlah minyak secukupnya saja. Dan minyak yang digunakan jangan dibuang karena mungkin mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
  • Potongan sayuran berukuran cukup besar
    Proses oksidasi dapat membuat vitamin menjadi rusak. Ukuran sayuran yang terlalu kecil akan memudahkan sayur untuk menyerap udara dan menyebabkan vitamin menjadi rusak. Potonglah sayuran dalam ukuran yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil.
Pengolahan masakan yang baik akan menentukan kualitas vitamin pada masakan. Perhatikan tips-tips memasak berikut untuk menjaga kualitas vitamin dalam sayuran.
Memakan Mentah. Sayuran dapat dimakan mentah sebagai lalaban dengan sambal. Memakan sayuran mentah adalah cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin dalam sayuran. Walaupun demikian, tidak semua orang suka memakan lalaban. Selain itu, ibu hamil sebaiknya berpantang makan makanan mentah karena dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Mengukus. Cara memasak sayuran dengan mengukus adalah cara memasak terbaik untuk sayuran dari semua cara memasak yang ada. Sayangnya, tidak semua orang menyukai sayuran yang dikukus.
Memanggang. Perhatikan besarnya nyala api saat memanggang. Sayuran lebih rapuh daripada daging, kita harus memanggangnya dengan api secukupnya. Saat dipanggang, kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Hampir semua jenis sayuran dapat dipanggang, tetapi yang terasa paling baik adalah jagung, asparagus, terong, jamur, paprika, kubis dan bawang.
Menumis. Agar sayuran tetap sehat, kita dapat menggunakan minyak zaitun yang memiliki kadar kolesterol yang baik. Gunakanlah minyak secukupnya saja. Jangan tambahkan air saat menumis karena air akan membuat sayur menjadi kecoklatan dan menjadi liat.
Merebus. Merebus sayuran adalah cara memasak yang paling sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia. Padahal, merebus sayuran adalah cara yang paling buruk untuk menjaga vitamin dalam sayuran karena sayur akan kehilangan sebagian nutrisnya. Rebuslah sayuran saat air mulai mendidih. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.
- See more at: http://www.resepbunda.biz/2012/02/23/menjaga-vitamin-mineral-dalam-sayuran-saat-memasak/#sthash.6QcKIl7E.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar